KENDARI - Hingga saat ini, DPRD Sultra masih tengah melakukan
pembahasan anggaran, yang salah satunya membahas terkait masalah pendapatan
daerah. Khusus untuk pendapatan dari pertambangan, ternyata sedang anjlok. Sehingga,
pendapatan dari segi lainnya perlu dimaksimalkan. Ketua DPRD Sultra, Rusman
Emba mengakui jika pendapatan asli daerah (PAD) Sultra lewat pertambangan
saat ini sedang anjlok. Bahkan katanya, penurunan pendapatan dari sektor ini
mencapai angka 100 Milyar.
"Memang pemasukan dari sektor
pertambangan sedang menurun. Hal itu disebabkan oleh anjloknya harga nikel
dipasaran. Dan ini berpengaruh terhadap penurunan pendapatan di Sultra.
Kurang lebih penurunannya mencapai 100 Milyar," kata Rusman. Legislator
dari Golkar itu mengatakan, jika masih banyak hal yang bisa dijadikan sebagai
ladang-ladang pendapatan daerah. "Tapi berdasarkan informasi yang
berkembang dalam rapat, ternyata dinas Pendapatan dan SKPD lainnya sudah
maksimal bekerja. Sehingga kita perlu melihat kemungkinan pendapatan
lain," jelasnya.
Pada rapat pembahasan yang juga
dihadiri SKPD, sempat juga dibahas tentang pemanfaatan MTQ. Dimana,
berkembang informasi bahwa hingga saat ini kata Rusman belum ada pemasukan ke
Pemprov. "Status MTQ pinjam pakai, tapi ternyata belum ada
masukan-masukan ke PemProv. Ada juga masukan untuk memaksimalkan pengelolaan
bandara dan kendaraan bermotor yang semakin bertambah," terangnya. Terhadap
asumsi kendaraan bermotor yang semakin bertambah, DPR akan menggenjot pihak
terkait untuk bisa lebih maksimal. "sektor yang memungkinkan masih bisa
dimaksimalkan akan terus kami genjot," pungkasnya. (p4/fas)
|