Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di jazirah Tenggara pulau Sulawesi, secara geografis terletak
di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari Utara ke Selatan diantara
30-60 lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur diantara 1200
45 – 1240 30 Bujur Timur. Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah
Utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tengah,
di sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi NTT dan laut Flores, sebelah Barat
berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan dan Teluk Bone.Provinsi Sulawesi Tenggara mencakup daratan (jazirah) pulau Sulawesi dan kepulauan, yang memiliki wilayah daratan seluas 38.140 KM2 Ha dan wilayah perairan (laut) diperkirakan seluas 110.000 KM2 Ha, dan jumlah penduduk 2.001.818 jiwa. Secara administratif provinsi sulawesi tenggara terdiri atas 12 wilayah Kabupaten / Kota yaitu : Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Wakatobi, Kota Kendari dan Kota Bau-Bau, Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Buton Utara.
Luas wilayah untuk masing-masing Kabupaten tersebut adlah sebagai berikut :
*
Kabupaten
Buton ± 2.681,22 KM2
*
Kabupaten
muna ± 2.745,05 KM2
*
Kabupaten
Konawe ± 5.302,86 KM2
* Kabupaten
konawe selatan ± 5.779,47 KM2
*
Kabupaten
Bombana ± 3.391,67 KM2
*
Kabupaten
kolaka utara ± 3.001 KM2
*
Kabupaten
Wakatobi ± 559.54 KM2
*
Kabupaten
Kolaka ± 6.918,33 KM2
*
Kabupaten
Konawe utara ± 3.391,67 KM2
*
Kabupaten
Buton Utara ± 1.864,91
*
Kota
Kendari ± 300,89 KM2
*
Kota
Bau-Bau ± 221 KM2S
Perkembangan Provinsi Sulawesi Tenggara dipengaruhi oleh pemekaran daerah dan Perubahan penggunaan lahan yang pesat dari lahan
pertanian menjadi kawasan pertambangan. Jumlah penduduk dan tenaga
kerja yang besar sebagai akibat dari laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan
dengan kualitas sumberdaya manusia yang relatif masih rendah, kondisi
lingkungan hidup yang cenderung menurun sehingga sumber daya alam berupa pertambangan, migas dan kekayaan
laut belum tereksploitasi secara optimal.
Dinamika
perubahan
1. Kondisi
sosial, arus pendatang tenaga asing (profesional) dan investor penduduk asli dan pendatang (pemukim, pekerja dan investor) menunjukkan perubahan yang signifikan.
2. Kondisi
ekonomi, sektor primer, sektor sekunder dan tersier, multiplier effect sector
sekunder dan tersier, PDRB, perubahan penggunaan lahan meningkat.
3. Kondisi
SDA/ LH, lahan pertanian menjadi lahan pertambangan dan perkebunan, perkantoran, pemukiman.
Kebutuhan sumber daya air dan energi meningkat, kualitas lingkungan hidup
(cenderung negatif pada built-up area dan sekitarnya)
4. Kondisi
pemerintahan/masyarakat, tuntutan layanan semakin kompleks dan intensif
governance, peran pemerintah bergeser perhatian pada pelayanan publik dan
diharapkan menjadi lembaga yang dapat dipercaya (trusted).
5
Analisis SWOT
Analisis SWOT
Kekuatan
1. Jumlah
penduduk dan tenaga kerja yang besar dan potensial.
2. Lahan
yang subur dengan area persawahan beririgasi luas.
3. Adanya
kawasan dan zona pertambangan, perkebunan yang luas.
4. Adanya
visi dan misi daerah yang jelas.
5. Adanya
jaminan keamanan.
6. Adanya
rencana jalan dan jembatan penghubung antar pulau, RTRW dan RTRK.
7. Adanya
potensi dan sumber kekayaan alam berupa pertambangan, migas dan kelautan
Peluang
1. Otonomi
daerah yang luas dan Kekayaan alam melimpah dan belum terolah.
2. Minat
investor yang tinggi, baik asing maupun domestik.
3. Kawasan perdagangan yang strategis antar negara.
4. Memiliki pelabuhan dan bandara yang strategis.
5. Kemudahan
akses dengan wilayah lain.
6. Tumbuhnya
kesadaran berdemokrasi.
Kelemahan
1. SDM
yang rendah.
2. Produktivitas
yang belum optimal.
3. Kemiskinan
dan pengangguran.
4. Kepemilikan
lahan pertambangan, pertanian, perkebunan yang semakin sempit.
5. Prasarana
jalan dan irigasi banyak yang rusak.
6. Kinerja
aparatur pemerintah yang semakin menurun.
7. Semangat
kekeluargaan dan kegotongroyongan yang cenderung menurun.
Ancaman
1. Krisis
multidimensi.
2. Eforia
demokrasi yang cenderung kebablasan .
3. Persaingan
hidup yang semakin ketat.
4. Perubahan
gaya hidup.
5. Pengaruh
teknologi informasi.
6. Arus
migrasi dan urbanisasi serta permasalahannya.
Ditulis
oleh : Jamaludin,S.Sos, M.Si
lulusan Kebijakan publik Unnur Bandung
------TERIMA KASIH------