Senin, 30 Juli 2012

Kepemimpinan


Pemimpin dan manajer, terutama pemimpin paling atas dan top manajer merupakan faktor penentu dalam sukses atau gagalnya suatu organisasi atau usaha. Sebab pemimpin dan manajer yang berhasil akan mampu mengelola perusahaannya, mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba, dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi kepada sasaran dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan itu, manajemen merupakan kunci suksesnya usaha, sedangkan kepemimpinan merupakan kunci pembuka bagi suksesnya organisasi.
Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, diperlukan bagi satu situasi khusus, sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas-aktivitas tertentu mempunyai tujuan dan peralatan khusus, pemimpin dengan karakteristiknya itu merupakan fungsi dari situasi khusus tadi.
Jelasnya, sifat-sifat utama dari pemimpin harus sesuai dan bisa diterima orang lain serta cocok dengan situasi dan jamannya, maka persyaratan yang harus dimiliki oleh pemimpin selalu dikaitkan dengan tiga hal penting , yaitu :
1.  Kekuasaan ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang pada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.
2.  kewibawaan ialah kelebihan, keung-gulan, keutamaan sehingga mampu mengatur orang lain dan orang tersebut patuh pada pemimpin dan bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.
3.  kemampuan adalah segala daya, kesanggupan dan kecakapan serta keterampilan teknis maupun sosial yang dianggap melebihi kemampuan bawahannya.
Beberapa ahli mendefinisikan mengenai kepemimpinan adalah sebagai berikut :
a. Ordway tead dalam bukunya”The art of Leadership” menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah mempengaruhi orang-orang agar bekerja sama untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
b. George R. Terry, menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok itu.
c.  Howard H. Hoyt dalam bukunya “Aspect of modrn Administration” Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing orang.
Dari definisi diatas, bahwa pada kepemimpinan terdapat unsur-unsur :
1).Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain,   bawahan atau kelompok.
2).Kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain.
3).Unutk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
Pemimpin itu memiliki sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan keperibadian sendiri yang unik, sehingga tingkah laku dan gayanya sendiri yang membedakan dirinya dari orang lain, gaya hidupnya  pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya, sehingga munculah beberapa tipe kepemimpinan seperti :
a. Type Kharismatik
Tipe ini memiliki daya tarik dan kharisma yang luar biasa sehingga ia mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat banyak.
b. Tipe Paternalistik
Tipe kepemimpinan yang kebapakan, dengan sifat-sifat antara lain :
1).Menganggap bawahan tidak atau belum dewasa.
2).Bersikap terlalu me-lindungi.
3).Jarang memberikan kesem-patan kepada bawahannya untuk mengambil keputusannya sendiri.
4).Hampir tidak pernah mem-berikan kesempatan pada bawahannya untuk berinisiatif dan mengembangkan daya kreatifitasnya.
5).Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Tipe kepemimpinan yang mater-nalistik juga mirip dengan tipe kepemimpinan paternalistik, hanya bedanya bahwa tipe maternalistik terlalu menonjolkan sikap melindungi dan disertai kasih sayang yang berlebihan.
c.  Tipe Militeristik
Tipe ini berbeda sekali dengan seorang pemimpin organisasi militer (tokoh militer), adapun sifat-sifat pemimpin ini adalah :
    1).Lebih banyak menggunakan sys-tem perintah /komando terhadap bawahannya.
2).Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahannya.
3).Menyenangi formalitas dan upacara-upacara ritual yang berlebihan.
    4).Menuntut adanya disiplin dan kaku dari bawahannya.
    5).Tidak mengehendaki saran-saran dan kritikan dari bawahan.
    6).Komunikasi hanya berlangsung searah.
d.Tipe Otokratis
   Tipe otokratis dengan ciri-ciri         sebagai berikut :
1).Memberikan perintah yang  dipaksakan dan selalu dipatuhi.
2).menentukan kebijaksanaan untuk semua pihak tanpa berkonsultasi dengan semuanya.
3).Tidak pernah memberikan informasi detail tentang rencana yang akan dating.
4).Memberikan pujian atau kritikan pribadi terhadap setiap anggotanya dengan inisiatif sendiri.
e. Tipe Laisser Faire
Ditampilkan oleh seorang tokoh “Ketua Dewan” yang sebenarnya tidak bisa mengurus dan ia menyerahkan semua tanggung jawab dan semua pekerjaannya kepada bawahannya. Ia adalah orang ketua yang bertindak sebagai symbol, dengan macam-macam hiasan atau ornamen yang mentereng, dan biasa tidak memiliki keterampilan teknis.
 f.Tipe Populistik
    Profesor Peter Worsley dalam bukunya “The Third World” mendefinisikan kepemimpinan populis sebagai kepemimpinan yang dapat membangunkan solidaritas rakyat. Kepemimpinan  ini berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional, lebih banyak dan kurang mempercayai dukungan serta bantuan kekuasaan asing. Kepemimpinan ini mengutamakan penghidupan nasionalisme yang erat kaitannya dengan “Modernitas Tradisional”.
g. Tipe Administrasi
Kepemimpinan tipe Administrasi adalah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan Administrasi yang efektif, sedangkan para pemimpinnya terdiri dari pribadi-pribadi yang mampu menggerakan dinamika modernisasi pembangunan. Dengan demikian dapat dibangun system administrasi dan birokrasi yang efisien untuk memerintah, khususnya untuk memantapkan integritas bangsa pada khususnya dan usaha pembangunan pada umumnya.
 h.Tipe Demokratis
Kepemimpinan ini memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan dengan penekanan rasa tanggung-jawab pada diri sendiri dan kerja sama yang baik. Kepemimpinan ini kekuatannya terletak pada partisipasi aktif dari setiap anggota ke-lompoknya, yang menghargai setiap individu mau mendengarkan sugesti dan nasehat bawahan, bersedia mengakui keahlian para spesialis dan mampu memanfaatkan setiap anggota se-efektif mungkin pada saat dan kondisi yang tepat.



Penulis : Jamaludin, S.Sos.,M.Si
Lulusan Magister Kebijakan Publik UNNUR Bandung