Pemimpin dan manajer, terutama pemimpin
paling atas dan top manajer merupakan faktor penentu dalam sukses atau gagalnya
suatu organisasi atau usaha. Sebab pemimpin dan manajer yang berhasil akan
mampu mengelola perusahaannya, mampu mengantisipasi perubahan yang tiba-tiba,
dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan dan sanggup membawa organisasi kepada
sasaran dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan itu,
manajemen merupakan kunci suksesnya usaha, sedangkan kepemimpinan merupakan
kunci pembuka bagi suksesnya organisasi.
Kepemimpinan
itu sifatnya spesifik, diperlukan bagi satu situasi khusus, sebab dalam suatu
kelompok yang melakukan aktivitas-aktivitas tertentu mempunyai tujuan dan
peralatan khusus, pemimpin dengan karakteristiknya itu merupakan fungsi dari
situasi khusus tadi.
Jelasnya, sifat-sifat utama dari pemimpin
harus sesuai dan bisa diterima orang lain serta cocok dengan situasi dan
jamannya, maka persyaratan yang harus dimiliki oleh pemimpin selalu dikaitkan
dengan tiga hal penting , yaitu :
1. Kekuasaan ialah
kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang pada pemimpin untuk
mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.
2. kewibawaan ialah
kelebihan, keung-gulan, keutamaan sehingga mampu mengatur orang lain dan orang
tersebut patuh pada pemimpin dan bersedia melakukan perbuatan-perbuatan
tertentu.
3. kemampuan adalah
segala daya, kesanggupan dan kecakapan serta keterampilan teknis maupun sosial
yang dianggap melebihi kemampuan bawahannya.
Beberapa ahli mendefinisikan
mengenai kepemimpinan adalah sebagai berikut :
a. Ordway tead dalam bukunya”The
art of Leadership” menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah mempengaruhi
orang-orang agar bekerja sama untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
b. George R. Terry, menyebutkan
bahwa kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka suka
berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok itu.
c. Howard H. Hoyt dalam bukunya “Aspect
of modrn Administration” Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi
tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing orang.
Dari definisi diatas, bahwa
pada kepemimpinan terdapat unsur-unsur :
1).Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok.
2).Kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain.
3).Unutk mencapai tujuan
organisasi atau kelompok.
Pemimpin itu memiliki sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan keperibadian
sendiri yang unik, sehingga tingkah laku dan gayanya sendiri yang membedakan
dirinya dari orang lain, gaya hidupnya
pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya, sehingga munculah
beberapa tipe kepemimpinan seperti :
a. Type Kharismatik
Tipe ini memiliki
daya tarik dan kharisma yang luar biasa sehingga ia mempunyai pengikut yang
jumlahnya sangat banyak.
b. Tipe
Paternalistik
Tipe kepemimpinan yang kebapakan, dengan sifat-sifat antara lain :
1).Menganggap bawahan tidak atau belum dewasa.
2).Bersikap terlalu
me-lindungi.
3).Jarang memberikan kesem-patan kepada bawahannya
untuk mengambil keputusannya sendiri.
4).Hampir tidak pernah mem-berikan kesempatan pada
bawahannya untuk berinisiatif dan mengembangkan daya kreatifitasnya.
5).Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Tipe
kepemimpinan yang mater-nalistik juga mirip dengan tipe kepemimpinan
paternalistik, hanya bedanya bahwa tipe maternalistik terlalu menonjolkan sikap
melindungi dan disertai kasih sayang yang berlebihan.
c. Tipe Militeristik
Tipe ini berbeda
sekali dengan seorang pemimpin organisasi militer (tokoh militer), adapun
sifat-sifat pemimpin ini adalah :
1).Lebih banyak menggunakan sys-tem
perintah /komando terhadap bawahannya.
2).Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahannya.
3).Menyenangi formalitas dan upacara-upacara
ritual yang berlebihan.
4).Menuntut adanya disiplin dan kaku dari bawahannya.
5).Tidak mengehendaki saran-saran dan
kritikan dari bawahan.
6).Komunikasi hanya berlangsung searah.
d.Tipe Otokratis
Tipe otokratis dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1).Memberikan perintah yang dipaksakan dan selalu dipatuhi.
2).menentukan kebijaksanaan untuk semua pihak
tanpa berkonsultasi dengan semuanya.
3).Tidak pernah memberikan informasi detail
tentang rencana yang akan dating.
4).Memberikan pujian atau kritikan pribadi
terhadap setiap anggotanya dengan inisiatif sendiri.
e. Tipe Laisser Faire
Ditampilkan oleh seorang tokoh “Ketua Dewan” yang sebenarnya tidak bisa
mengurus dan ia menyerahkan semua tanggung jawab dan semua pekerjaannya kepada
bawahannya. Ia adalah orang ketua yang bertindak sebagai symbol, dengan
macam-macam hiasan atau ornamen yang mentereng, dan biasa tidak memiliki
keterampilan teknis.
f.Tipe Populistik
Profesor Peter Worsley dalam bukunya “The
Third World” mendefinisikan kepemimpinan populis sebagai kepemimpinan yang
dapat membangunkan solidaritas rakyat. Kepemimpinan ini berpegang teguh pada nilai-nilai
masyarakat yang tradisional, lebih banyak dan kurang mempercayai dukungan serta
bantuan kekuasaan asing. Kepemimpinan ini mengutamakan penghidupan nasionalisme
yang erat kaitannya dengan “Modernitas Tradisional”.
g. Tipe Administrasi
Kepemimpinan tipe Administrasi adalah kepemimpinan yang mampu
menyelenggarakan Administrasi yang efektif, sedangkan para pemimpinnya terdiri
dari pribadi-pribadi yang mampu menggerakan dinamika modernisasi pembangunan.
Dengan demikian dapat dibangun system administrasi dan birokrasi yang efisien
untuk memerintah, khususnya untuk memantapkan integritas bangsa pada khususnya
dan usaha pembangunan pada umumnya.
h.Tipe Demokratis
Kepemimpinan ini memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya.
Terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan dengan penekanan rasa
tanggung-jawab pada diri sendiri dan kerja sama yang baik. Kepemimpinan ini
kekuatannya terletak pada partisipasi aktif dari setiap anggota ke-lompoknya,
yang menghargai setiap individu mau mendengarkan sugesti dan nasehat bawahan,
bersedia mengakui keahlian para spesialis dan mampu memanfaatkan setiap anggota
se-efektif mungkin pada saat dan kondisi yang tepat.
Penulis : Jamaludin,
S.Sos.,M.Si
Lulusan Magister Kebijakan
Publik UNNUR Bandung