Selasa, 11 September 2012

Rapat Anggaran, Ketua DPRD Sultra Banting Meja


Ketua DPRD Banting Meja, Rapat Bubar

Kendari - Rapat di DPR Propinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang membahas tuntutan mahasiswa mengenai anggaran jalan poros Raha-Lakapera berlangsung brutal.

Hal itu berawal dari Ketua DPRD Sultra, Rusman Emba yang meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bappeda Sultra memberikan kejelasan mengenai penetapan anggaran perbaikan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Muna dan Buton tersebut.



Hal tersebut disepakati oleh Anggota DPRD dari PNBK, Slamet Riyadi. Namun, pada saat memberikan keterangan dalam rapat tersebut, tiba-tiba Wakil Ketua DPRD Sultra, Sabaruddin Labamba melakukan interupsi. Dia menilai bahwa pada forum pembahasan perubahan APBD 2012 itu tidak harus menetapkan anggaran perbaikan jalan, melainkan cukup membahas mekanisme penetapan sehingga terjadi aduh mulut diantara keduanya.

Mendengar keributan itu, anggota DPRD lainnya, Suwandi Andi segera melakukan interupsi, namun tidak dihiraukan. Ia pun emosi, spontan berdiri dan melemparkan mike yang ada di hadapannya hingga pecah.

Melihat kejadian itu, membuat emosi Ketua DPRD Sultra, Rusman Emba memuncak dan secara spontan melempar gelas dan mike yang ada di depannya,termasuk kursi yang dia duduki. Tak hanya itu, ia juga membanting meja pimpinan sidang. Keributan pun meluas. Ada yang teriak-teriak dan melarikan diri, ada pula yang berusaha melerai keributan di gedung parlemen itu.

Kapolresta Kendari, AKBP Yuyun Yudhantara, ikut memantau jalannya sidang yang ricuh itu. Pihak kepolisian berusaha mengeluarkan mahasiswa yang ada di dalam ruang rapat tersebut dan sempat terjadi aksi saling mendorong antara mahasiswa dan polisi. Namun hal itu tidak berlangsung lama sehingga situasi pun aman terkendali.

Sebelum sidang pembahasan APBD Perubahan ini dimulai, di luar gedung DPRD Sultra sudah terjadi demonstrasi oleh sekelompok mahasiswa yang menamakan diri GEMPUR Sultra. Mereka meminta agar perbaikan jalan Raha-Lakapera yang menelan dana sekitar Rp 25 miliar segera ditetapkan anggarannya pada APBD Perubahan 2012.