Memang jumlah dukungan itu belum final, sebab masih harus diverifikasi
terlebih dahulu, baik di tingkat tim pemenang Nur Alam maupun KPU
Sultra, selaku penyelenggara pemilu kepala daerah.
Aturan perundangan-undangan menggariskan bahwa dukungan calon kepala
daerah dapat dilakukan partai politik atau gabungan partai politik yang
memperoleh suara minimal 15 persen berdasarkan perolehan hasil pemilu
legislatif sebelumnya. Selain itu, calon kepala daerah melalui jalur
perseorangan atau independen, melalui dukungan KTP pemilih pada jumlah
tertentu.
Nur Alam masih enggan menyebutkan nama-nama partai politik pendukung
itu, sebab tim pemenangnya masih terus melakukan ferivikasi dukungan.
"Namun secara lisan sudah 19 partai yang menyatakan dukungan," kata Nur
Alam.
Nur Alam hingga kini masih menjabat sebagai gubernur Sultra bersama
wakilnya HM Saleh Lasata. Masa jabatan mereka akan berakhir 18 Februari
2013.
Apakah masih akan tetap bersama HM Saleh Lasata sebagai pasangan pada
periode 2013-2018? Nur Alam masih enggan menyampaikan, "tunggu saja
nanti tanggal 29 Agustus akan diumumkan."
Jelasnya, kata Nur Alam, cukup banyak putra putri daerah yang mempunyai
potensi untuk menjadi calon wakil gubernur, termasuk calon gubernur.
Pasangan calon Nur Alam dan calon wakil gubernur dijadwalkan mendaftar
ke KPU pada 30 Agustus 2012. KPU Sultra membuka pendaftaran calon
gubernur dan wakil gubernur mulai 27 Agustus hingga 2 September 2012.
Sejauh ini, sejumlah nama lain disebut-sebut sebagai kandidat gubernur
adalah Buhari Matta (Bupati Kolaka), Ali Mazi (mantan gubernur Sultra),
La Ode Ida (wakil ketua DPD RI), dan Ridwan (mantan bupati Muna).
(m djufri rachim)