Kendari (Humas DPRD)
Anggaran bagi Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur (PIlgub) sudah ditetapkan sebesar Rp 12 Miliar. Tapi Panwas rupanya belum puas dan merasa cukup. Mereka kini tengah meminta dana tambahan hingga totalnya Rp 25 Miliar. Angka yang sangat fantastis itu sudah diusulkan pada DPRD Sultra untuk dimasukkan dalam APBD Perubahan (APBDP) nanti.
Ketua DPRD Sultra, Rusman Emba yang ditemui kemarin membenarkan adanya usulan Panwas itu. Katanya selain keluhan dari KPU dan pihak pengamanan Pilgub, Panwas juga menganggap dana yang dianggarkan tidak cukup. ''Kami akan menyandingkan kebutuhan anggaran tersebut dengan data analisis Panwas. Memang dalam undang-undang (UU) jelas tertera bahwa penyelenggara Pemilu yaitu KPU dan Panwas termasuk pengamanan. Inilah yang akan kami bahasa pada APBD Perubahan,'' jelasnya.
Apakah sebagian anggota DPRD sepakat dengan hal itu ? Kata Rusman tergantung prioritas karena banyak kegiatan lainnya yang sangat memungkinkan. "Kas daerah cukup hanya persoalan prioritas saja, dengan catatan jangan ada kegiatan yang tidak berjalan atau tercecer. Tadi kami habis rapat Bamus, dengan kesepakatan pengambilan keputusan pada 7 September 2012 nanti," tukas Kader Partai Golkar ini.
Permintaan Panwas itu mendapat kritikan dari elemen Komite Untuk Demokrasi dan Transparansi Anggaran (Kudeta) Sultra. Saat dihubungi kemarin Direktur invistegisasi Kudeta, Arsyad Abdullah menjelaskan permintaan Panwas tidak memperhatikan kemaslahatan rakyat Sultra. ''Anda bisa bayangkan dinaikkan saja anggarannya satu miliar, berarti pembangunan jalan rusak tertunda lagi pengaspalannya dua kilometer. Jadi kalau dinaikkan hingga 13 miliar rupiah, berarti lebih 20 kilometer jalan takkan diperbaiki,'' jelasnya.
Arsyad lalu merinci bila di Pilgub lalu anggaran Panwas sebesar Rp 12 Miliar. Tapi dari jumlah tersebut yang terpakai hanya sekitar Rp 8 miliar. Analisisnya kebutuhan Panwas paling naik menjadi Rp 15 miliar sampai Rp 17 miliar saja. ''Saat ini yang ada hanya pemekaran Kecamatan. Itupun tak seberapa. Jadi kalau permintaan Panwas hingga Rp 25 miliar terlalu mengada-ada, kami meminta untuk DPRD tak menyetujuinya saat perubahan anggaran,'' pinta Arsyad. (fas/awl)